Sabtu, 19 Mei 2012
Selasa, 15 Mei 2012
Sinergisme Lingkungan dan Pembangunan
Sinergisme Lingkungan dan
Pembangunan
Menurut
pendapat saya, lingkungan sangatlah berkaitan dengan pembangunan, baik pada
suatu negara ataupun dunia. Tetapi, pada kenyataannya manusia tidak lagi
mempedulikan kondisi lingkungan dimana ia tinggal, dan hanya mau untuk
memperoleh atau mengambil manfaat dari lingkungan atau alam tersebut. Di sinilah
yang menjadi kelemahan manusia bahwa jika mereka mengambil manfaat tanpa
mempedulikan resiko kerusakan lingkungan, maka yang timbul nantinya adalah
“amarah alam”, atau biasa disebut bencana alam. Jika hal ini terjadi, tidak
hanya akan mengakibatkan masalah bagi manusia, tetapi juga akan mengarah pada
perkembangan pembangunan di negara tersebut. Sebagai contoh nyata, di
Indonesia, pembuatan infrastruktur yang dilakukan (untuk meningkatkan
pembangunan) tidak memperhatikan lingkungan sama sekali. Di Jakarta, pemda DKI
melakukan penebangan pohon untuk melakukan pelebaran jalan, membuat jalan baru
(seperti jalur busway) atau untuk membuat fly over. Padahal hal tersebut bisa
dilakukan tanpa harus melakukan penebangan pohon yang seharusnya menjadi alat
atau tempat peresapan di Jakarta.
Kamis, 10 Mei 2012
Kota Mengambang, Antisipasi Global Warming
1. Kedutaan Bangsa Tenggelam :Kota Mengambang
Salah satu pemenang di Sea Change 2030 +, ini buatan manusia yang
dikenal sebagai radikal, Kedutaan Besar Bangsa Tenggelam, di Fort
Denison, Australia, secara khusus dirancang untuk orang yang telah
kehilangan rumah. Tapi itu tidak semua tentang 'keadilan puitis', ini
konsepsi inovatif juga menggabungkan desain terbalik yang menyebabkan ia
untuk tenggelam lebih dalam ke pelabuhan bila tingkat air meningkat,
sementara pada saat yang sama memperlihatkan lahan baru di tengah tempat
perlindungan
Rabu, 09 Mei 2012
Penemuan-penemuan Hebat Untuk Menghadapi Global Warming
1. Rumah Mengapung
Pemanasan global tidak hanya meningkatkan suhu global tetapi juga telah
mengambil daerah pesisir. Masalah banjir dan kekurangan perumahan secara
bersamaan telah menyebabkan pembangunan rumah terapung yang unik. Rumah
seperti ini pertama kali diciptakan oleh perusahaan Dura Vermeer dan
dipasang di pantai Maasbommel kota di Tahun 2007. Mereka terdiri dari
kubus berongga yang memberikan mereka upthrust dan memungkinkan mereka
untuk mengapung di air. Rumah-rumah Terapung ini bisa menahan kenaikan
hingga lima meter di permukaan air laut.
Minggu, 06 Mei 2012
Strategi dan Teknik untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
Strategi dan
Teknik untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
Arti
kemiskinan manusia secara umum adalah “kurangnya kemampuan esensial manusia
terutama dalam hal ‘kemelekan huruf’ (kemampuan membaca; literacy) serta
tingkat kesehatan dan gizi”. Selain itu, diartikan pula sebagai kurangnya
pendapatan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi minimum. Sedangkan
menurut Departemen Sosial dan BPS, mendefiniskan kemiskinan sebagai
ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk layak
hidup. Definisi atau pengertian kemiskinan juga perlu dibedakan antara
kemiskinan absolut (absolute poverty) dan kemiskinan relatif (relative
poverty). Kemiskinan absolut, ditentukan berdasarkan ketidakmampuan untuk
mencukupi kebutuhan pokok minimum seperti pangan, sandang, kesehatan, perumahan
dan pendidikan yang diperlukan untuk bisa hidup dan bekerja. Kebutuhan pokok
minimum diterjemahkan sebagai ukuran finansial dalam bentuk uang. Nilai
kebutuhan minimum kebutuhan dasar tersebut dikenal dengan istilah garis
kemiskinan. Penduduk yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan digolongkan
sebagai penduduk miskin. Sedangkan kemiskinan relatif adalah suatu tingkat
kemiskinan dalam hubungannya dengan suatu rasio Garis Kemiskinan Absolut atau
proporsi distribusi pendapatan (kesejahteraan) yang timpang (tidak merata)
(ADB, 1999: 26).
Mengapa terjadi kemiskinan?
Menurut
Mudrajad Kuncoro (2003: 131), penyebab kemiskinan (dipandang dari segi ekonomi)
disebabkan karena tiga hal, yaitu :
- Secara mikro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumberdaya yang menimbulkan distribusi pendapatan yang timpang. Penduduk miskin hanya memiliki sumber daya alam dalam jumlah terbatas dan kualitasnya rendah.
- Kemiskinan muncul akibat perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitasnya rendah, yang pada gilirannya upahnya rendah. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia ini dikarenakan rendahnya pendidikan, nasib yang kurang beruntung, adanya diskriminasi atau karena keturunan. Selanjutnya, kemiskinan muncul akibat perbedaan akses dalam modal.
- Ketiga, kemiskinan ini bermuara pada teori lingkaran setan kemiskinan (vicious circle of poverty). Adanya keterbelakangan, ketidaksempurnaan pasar, dan kurangnya modal akan menyebabkan rendahnya produktifitas. Rendahnya produktifitas mengakibatkan rendahnya pendapatan yang mereka terima. Dan hal tersebut akan berimplikasi pada rendahnya tabungan dan investasi. Rendahnya investasi berakibat pada keterbelakangan, dan seterusnya. Logika ini dikemukakan oleh Ragnar Nurkse di tahun 1953. Ia mengatakan bahwa “a poor country is poor because it is poor” (negara itu miskin karena dia miskin).
Jumat, 04 Mei 2012
Ilmu Ekonomi dan Studi-Studi Pembangunan, Dari Segi Ekonomi Pancasila
Ilmu Ekonomi dan Studi-Studi Pembangunan
Dari Segi Ekonomi Pancasila
Ilmu ekonomi pembangunan merupakan bentuk
pengembangan dari ilmu ekonomi tradisional dan ilmu ekonomi politik yang
menganalisis masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara sedang
berkembang. Selain itu, ilmu ekonomi pembangunan juga mencari bagaimana caranya
untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di negara-negara berkembang,
sehingga negara-negara berkembang tersebut dapat meningkatkan pembangunan
ekonominya dengan cepat. Permasalahannya terdapat empat masalah utama dalam
pembangunan ekonomi di suatu negara berkembang, yaitu pengangguran, kemiskinan,
market failure dan kesenjangan (baik kesenjangan antar golongan penduduk, antar
sektor, maupun antar daerah). Keempat hal tersebut merupakan faktor yang mampu
menghambat “growth development” dari suatu negara berkembang. Maka daripada
itu, diperlukan solusi kebijakan pembangunan yang tepat dan efektif yang mampu
mengurangi dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Ada beberapa solusi
kebijakan yang digunakan, diantaranya menciptakan kesempatan kerja, employment, meningkatkan pendapatan,
income, dan meningkatkan kesejahteraan, growth.
Employment :
Menciptakan Kesempatan Kerja merupakan titik pondasi dari dua kebijakan selanjutnya.
Maksudnya,
jika lapangan kerja itu banyak, maka dengan mudah seseorang akan berkerja.
Kemudian, dari perkerjaannya, orang itu akan mendapatkan penghasilan yang
berupa upah atau gaji. Lalu keuntungan yang ia dapatkan dari gaji atau upah
tadi akan medorong orang tersebut untuk melakukan konsumsi, baik konsumsi untuk
diri sendiri, saving (mid-term) ataupun untuk membantu orang lain melalui
zakat, infaq, sodaqoh, dll (long-term).
Dari
tahapan tersebut, maka dapat di asumsikan bahwa tahapan yang kedua, Income,
Meningkatkan Pendapatan Masyarakat, sudah terpenuhi. Sebab, jika dilihat
dari tingkatan konsumsi masyarakat diatas, sudah tentu bahwa orang yang
berkerja tadi mengalami peningkatan pendapatan. Seperti yang di
tunjukan pada gambar 1.1.
Selasa, 01 Mei 2012
Rendang, Juaranya Makanan Indonesia
Rendang, Juaranya
Makanan Indonesia
Siapa
yang tak kenal makanan khas Indonesia yang satu ini? Jawabannya pasti tidak
ada. Menurut saya, Rendang merupakan juaranya makanan di Indonesia. Tanpa
mengenyampingkan makanan yang lain, Rendang terbukti telah mengangkat Indonesia
di mata dunia pada tahun 2011. Hal ini terlihat dari dinobatkannya Rendang
sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Food (50 Hidangan Terlezat di Dunia) yang
digelar oleh CNN Internasional.
Pada
kesempatan kali ini, saya akan memberikan tips “How to Make Rendang”.
How to Make Rendang :
Bahan :
- 1 kg daging, bagian paha/gandik
- 2 ½ liter santan, dari 2 butir kelapa
- ½ jari lengkuas, dimemarkan
- 1 batang serai, dimemarkan
- 1 lembar daun kunyit
- asam kandis (jawa)
Langganan:
Postingan (Atom)





